2. TANTANGAN KEBERLANJUTAN DAN INOVASI GREEN TECHNOLOGY DALAM INDUSTRI DIRGANTARA
DOI:
https://doi.org/10.62828/jau.v4i1.140Kata Kunci:
Dirgantara, Green technology, SAF, emisi karbonAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam penerapan green technology. Industri penerbangan adalah salah satu sektor yang memberikan dampak signifikan terhadap lingkungan global, terutama dalam kontribusinya terhadap emisi gas rumah kaca. Industri penerbangan menyumbang sekitar 2-3% dari total emisi global, dimana sebagian besar emisi tersebut berasal dari bahan bakar fosil yang digunakan dalam pesawat terbang. Seiring dengan meningkatnya kesadaran tentang perubahan iklim, keberlanjutan dalam penerbangan menjadi hal yang sangat penting untuk didiskusikan. Artikel ini memberikan tinjauan mendalam mengenai green technology yang sedang berkembang dan diterapkan untuk mendukung keberlanjutan industri penerbangan, termasuk penggunaan sustainable aviation fuel (SAF), propulsi elektrik, dan teknologi material ringan. Selain itu, makalah ini juga mengkaji tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam penerapan green technology tersebut, seperti masalah biaya produksi, infrastruktur, dan kebijakan pemerintah yang masih belum sepenuhnya mendukung adopsi teknologi ramah lingkungan. Dengan menganalisis literatur yang ada, termasuk hasil penelitian terbaru dan studi kasus dari perusahaan-perusahaan besar di sektor dirgantara, artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran komprehensif tentang bagaimana green technology dapat mengurangi dampak lingkungan dari sektor dirgantara, serta peluang dan tantangan yang ada untuk mencapai penerbangan yang berkelanjutan di masa depan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal TNI Angkatan Udara

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.